REPRESENTASI IDENTITAS TOMBOY DALAM FILM INSIDE OUT
Abstract
Penelitian ini membahas representasi tentang identitas tomboy dalam film Inside Out. Film yang dibuat oleh dua animator terbesar yaitu Walt Disney dan Pixar banyak menarik perhatian publik, terutama anak-anak. Film tersebut bercerita tentang bagaimana seorang anak perempuan bernama Riley yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di San Francisco. Dalam penyesuaian diri tersebut Riley mengalami masalah emosional yang berbeda-beda dengan visualisasi berupa karakter-karakter emosional seperti yaitu Joy (Glad), Anger (Anger), jahat (Disgust), takut (Fear), dan (Sadness). Teori yang digunakan untuk membedah penelitian adalah teori komunikasi, representasi, dan gender. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi kualitatif semiotik, dengan tujuan untuk mengetahui makna dibalik film. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Semiotik yang mengabdopsi pemikiran Charles Sanders Peirce. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat representasi identitas tomboy pada tokoh utama yaitu Riley melalui karakter-karakter emosional. Film Inside Out merepresentasi identitas tomboy sebagai bentuk perubahan identitas perempuan yang feminim dengan karakter (cantik, putih, langsing, dan seorang puteri) menjadi perempuan yang maskulin dengan karakter (pemberani, tangguh, petualang dan memiliki kemampuan).
Kata kunci: Representasi, Identitas, Tomboy, Film
Full Text:
PDFReferences
Abidin, Zainal. (2010). Propaganda Media Dalam Bentuk Representasi Dominasi Kaum Yahudi-Amerika Terhadap Amerika Serikat dalam Bidang Keuagangan (Studi Analisis Semiotika Terhadap Serial Film Kartun Family Guy Episode When You Wish Upon a Weiinstein. Tesis Depok: Universitas Indonesia. Bendera Pelangi LGBT Yang Berkibar Di Seluruh Dunia. (2017). Data diakses pada 1 Maret 2018. Dari: http://www.bbc.com/indonesia/majalah-39470818
Bungin, Burhan. (2011). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Prenada Media Group.
Bramesco, Charles dkk. (2016).40 Greatest Animated Movies Ever. Diakses pada 28 Februari 2018. Dari: http://www.rollingstone.com/movies/pictures/40-greatest-animated-movies-ever-20160628/34-up-2009-20160627 Berger, Asa Arthur. (2015). Pengantar Semiotik Tanda-Tanda Dalam Kebudayaaan Kontemporer. Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana.
Effendy, O. U. (2007). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT Buku Citra Bakti.
Traci, Craig & Jessica LaCroix. (2011). Tomboy as Protective Identity. Journal of Lesbian Studies. Vol: 15 (2011), Hal 450-465. Dari: https://doi.org/10.1080/10894160.2011.532030
Setyorini, Ari. (2011). Performativitas Gender Dan Seksualitas Dalam Weblog Lesbian Di Indonesia. Kawistara Jurnal Sosial dan Humaniora Vol.1 No.2 Agustus Hal 119 – 131. Dari: https://journal.ugm.ac.id/kawistara/article/view/3913/3196
Gabrillin, Abba. (2016). Sikap PBNU Soal LGBT. Diakses Pada 13 Desember 2016. Dari: http://nasional.kompas.com/read/2016/02/26/11554431/Ini.Sikap. PBNU.soal.LGBT?page=all
Holland, Samantha & Julie Harpin. (2015). Who is the ‘girly’ girl? Tomboys, hyper-femininity and gender. Journal of Gender Studies. Vol. 24 Hal 293-309. Dari: https://doi.org/10.1080/09589236.2013.841570
Fiske, John. (2015). Cultural and Communications Studies Sebuah Pengantar Paling Komperhensif. Yogyakarta: Jalasutra McQuail, Dennis. (2011). Teori Komunikasi Massa McQuail. Jakarta: Penerbit Salemba
Nurul, K. Aisyah & Catur Nugroho. (2017). Representasi Pemikiran Marxisme Dalam Film Biografi Studi Semiotika John Fiske Mengenai Pertentangan Kelas Sosial Karl Marx Pada Film Guru Bangsa Tjokroaminoto. Semiotika: Jurnal Komunikasi Vol.11 No.1 Hal 1-33. Dari: https://journal.ubm.ac.id/index.php/semiotika/article/view/947/837
Hartley, J. (2010). Communication, Cultural, and Media Studies: Konsep Kunci. Yogyakarta: Jalasutra
Sobur, Alex. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya Siapa Yang Paling Cantik?. (2016). Data diakses pada 1 Maret 2018. Dari:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/12/siapa-yang-paling-cantik
Tambunan, Fitri. (2013). Gender Construction and Identity: the Image of a Woman in the Movie Confession of a Shopaholic. Depok. Tesis Universitas Indonesia.
Undang-Undang Perfilman. (2016). Diakses pada 28 Februari 2018. Dari: https://www.kpi.go.id/download/regulasi/UU%20No.%208%20Tahun%201992%20tentang%20Perfilman.pdf Hall, Stuart & Paul Gay. (1996). Questions Of Cultural Identity. London: Sage
Wibowo, I. S. (2013). Semiotika Komunikasi-Aplikasi Praktis Bagi Penelitian dan Skripsi komunikasi Edisi 2. Jakarta: Mitra Wacana media.
Vera, Nawiroh. (2014). Semiotika dalam Riset Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia.
DOI: http://dx.doi.org/10.30813/s:jk.v11i2.1169
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2018 SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher
Editorial Board SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Department of Communication
Faculty of Social Science and Humanities
"UNIVERSITAS BUNDA MULIA"
Lodan Raya St No.2, North Jakarta 14430
Phone: +62 21 692 9090 ext. 348
Email: SEMIOTIKA@ubm.ac.id