REPRESENTASI GENDER TOKOH DIANA DALAM FILM WONDER WOMAN

Retno Indriyani, Yuliana Rakhmawati

Abstract


ABSTRACT
The purpose of this study is to describe feminism in the female film Superhero entitled
'Wonder Woman' which was released in 2017 and to find out the implicit meaning of feminism.
This research uses qualitative and descriptive methods and semiotic analysis of Roland Barthes.
Roland Barthes's semiotic analysis includes denotation (true meaning) and connotation (double
meaning, born from cultural and personal experiences). And if the connotation is inherent in
society, it will become a myth. The analysis of this research is based on the elements of
narrative films, such as space and time, character, conflict, and purpose. The results obtained
from this study are from 14 selected scenes in this Wonder Woman film containing 4 points of
feminism. The feminism point was taken based on a book called Feminist Thought by Rosemarie
Putnam Tong. Feminism consists of feminism in struggle, feminism in making decision,
feminism in the power of determination, and feminism in love. Wonder Woman is a
monoandrogynous woman, where she shows feminine and masculine character at the same
time. Beautiful, innocent, compassionate, eager for the opposite sex, can fall in love like women
in general. But at the same time also aggressive, can lead, can compete, can make their own
decisions and can carry responsibility for the interests of many people like men.
Keywords: Feminism, Movie, Wonder Woman, Gender Communication, Roland Barthes’s
Semiotics


ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan feminisme yang ada dalam Film
Superhero wanita berjudul „Wonder Woman‟ yang dirilis pada tahun 2017 serta untuk mengetahui makna
yang tersirat dari feminisme tersebut. Penelitan ini menggunakan metode kualitatif dan deskriptif serta
analisis semiotika Roland Barthes. Analisis semiotika Roland Barthes mencakup denotasi (makna
sebenarnya) dan konotasi (makna ganda, yang lahir dari pengalaman kultural dan pribadi). Dan jika
konotasi sudah melekat dalam masyarakat, maka akan menjadi mitos. Analisis penelitian ini berpokok
pada elemen-elemen film naratif, seperti ruang dan waktu, tokoh, konflik, dan tujuan. Hasil yang didapat
dari penelitian ini adalah dari 14 adegan terpilih yang ada di film Wonder Woman ini mengandung 4 poin
feminisme. Poin feminisme tersebut diambil berdasarkan buku berjudul Feminist Thought oleh Tong.
Feminisme tersebut terdiri dari feminisme dalam perjuangan, feminisme dalam pengambilan keputusan,
feminisme dalam kekuatan tekad, dan feminisme dalam kasih sayang. Wonder Woman adalah perempuan
yang monoandrogini, yaitu di mana ia menunjukkan karakter feminin dan maskulin pada saat yang
bersamaan. Cantik, polos, penyayang, berhasrat untuk lawan jenis, dapat jatuh cinta seperti perempuan
pada umumnya. Namun di waktu yang sama juga agresif, dapat memimpin, dapat bersaing, dapat
mengambil keputusannya sendiri dan dapat mengemban tanggung jawab untuk kepentingan orang banyak
layaknya laki-laki.
Kata Kunci: Feminisme, Film, Wonder Woman, Komunikasi Gender, Semiotika Roland Barthes


Full Text:

PDF

References


Eriyanto. 2001. Analisis Wacana,

Pengantar Analisis Teks Media.

Yogyakarta: Lkis.

Juliano, Sangra. 2015. Komunikasi Dan

Gender : Perbandingan Gaya

Komunikasi Dalam Budaya Maskulin

Dan Feminim. Jurnal. Universitas

Komputer Indonesia Bandung.

Morissan. 2015. Teori Komunikasi Individu

Hingga Massa. Jakarta: Prenada Media

Group

Ningrum, AOC. 2015. BAB III Metode

Penelitian. Jurnal. Universitas

Muhammadiyah Semarang.

Perdana, Putria. 2012. Suara Perempuan di

Media Cetak Sebagai Komunikasi

Politik (Analisis Framing Suara Politisi

Perempuan Dalam Kasus Hukum

Pancung TKI Ruyati di Kompas). Tesis.

Universitas Indonesia.

Rokhmansyah, Alfian. 2016. Pengantar

Gender dan Feminisme: Pemahaman

Awal Kritik Sastra Feminisme.

Yogyakarta: Garudhawaca.

Sabhana Azmy, Ana. 2012. Negara dan

Buruh Migran Perempuan, Menelaah

Kebijakan Perlindungan Masa

Pemerintahan Susilo Bambang

Yudhoyono 2004-2010. Jakarta: Yayasan

Pustaka Obor.

Sobur, Alex. 2013. Semiotika Komunikasi.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Tong, Rosemarie Putnam. Feminist

Thought. Yogyakarta: Jalasutra.




DOI: http://dx.doi.org/10.30813/s:jk.v12i2.1717

Refbacks

  • There are currently no refbacks.