DOMINASI PATRIARKI BERBENTUK KEKERASAN SIMBOLIK TERHADAP PEREMPUAN PADA SINETRON

Ghina Novarisa

Abstract


ABSTRACT

Violence that is difficult to overcome is symbolic violence because its failure does not look like ordinary struggle. Women are one of the social groups that are the object of symbolic struggle. Media content that supports symbolic making through words and communication that contain hatred against racist backgrounds or that involve sexists to hurt one's personal, ethnic, or sexual coordination.This research explain  how symbolic violence operates in the soap opera “Catatan Hati Seorang Istri” by exposing the patriarchal ideology as the dominant ideology in the soap opera. This is a qualitative research with discourse analisys by Sara Millls as the method to analyze the text, and text analysis technique along with literature study to collect the data. The concept of symbolic violence, that is used in this research, assumes that domination by men against women produce symbolic violence. The result of this research indicates “Catatan Hati Seorang Istri” showing domination of men over women in the form of (1) domination on behaelf of obligation in domestic territory, (2) domination by putting women as sexual object, and (3) domination by silencing women. But, those form of  domination causing women to fight against their rights. 

Key words; Symbolic violence; dominance; patriarchi ideology; soap operas.

ABSTRAK

Kekerasan yang sulit diatasi adalah kekerasan simbolik karena dampaknya tidak terlihat seperti kekerasan biasa. Perempuan adalah salah satu kelompok sosial yang menjadi objek kekerasan simbolik. Konten media seringkali memproduksi kekerasan simbolik melalui kata-kata dan komunikasi yang mengandung kebencian dengan latar belakang rasis atau yang bersifat seksis bertujuan melukai integritas pribadi, etnis, atau seksual seseorang. Penelitian ini membahas bagaimana kekerasan simbolik beroperasi dalam sinetron Catatan Hati Seorang Istri dengan membongkar ideologi patriarki sebagai ideologi dominan dalam sinetron tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana Sara Mills dan teknik pengumpulan data melalui analisis teks, serta studi literatur. Konsep kekerasan simbolik yang digunakan dalam penelitian ini adalah bagaimana dominasi yang dilakukan laki-laki terhadap perempuan melahirkan kekerasan simbolik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sinetron Catatan Hati Seorang Istri menampilkan dominasi laki-laki terhadap perempuan dalam bentuk; (1) dominasi mengatasnamakan kewajiban wilayah domestik, (2) dominasi menempatkan perempuan sebagai objek seksual, dan (3) dominasi dengan membungkam perempuan. Namun, bentuk dominasi tersebut membuat perempuan  memberontak dan bersuara. Dominasi inilah yang mendasari kekerasan simbolik pada sinetron Catatan Hati Seorang Istri.

Kata Kunci ; Kekerasan Simbolik; dominasi; ideologi patriarki; sinetron.


Keywords


Symbolic violence; dominance; patriarchi ideology; soap operas.

Full Text:

PDF

References


Alnashava, P. (2012). Dalam Serial Komedi Situasi How I Met Your Mother. Universitas Indonesia.

Barker, C. (2000). Cultural STudies. London: Sage.

Belenky, M.F, C. B. M. . G. N. R. . & T. J. M. (1989). Knowing ; The Development of Self, Voice and Mind. New York: Basic group Inc.

Berger, A. A. (2005). Media Ananlysiis Techniques (Third Edition). California: SAGE Publications.

Bhasin, K. (1996). What Is Patriarchy (N. Katjasungkana, Ed.). New Delhi: Women Unlimited.

Bourdieu, P. (2001). Masculine Domination, (R. Nice, Ed.). California: Stanford University Press.

Bretthauer, B., Zimmerman, T. S., & Banning, J. H. (2007). A Feminist Analysis of Popular Music. Journal of Feminist Family Therapy, 18(4), 29–51. https://doi.org/10.1300/J086v18n04_02

Dayanti, L. D. (2006). Potret Kekerasan Gender dalam Sinetron Komedi di Televisi. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 19(3).

Dwizatmiko. (2010). Kuasa Simbolik Menurut Pierre Bourdie ; Telaah Filosofis. Ubiversitas Indonesia.

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS.

Gamble, S. (2001). The Routledge Companion to Feminism and Postfeminism. London: Routledge.

Hamid, Farid dan Budianto, H. (2011). Ilmu Komunikasi: Sekarang dan Tantangan Masa Depan. Jakarta: kencana.

Hannam, J. (2007). Feminism. Harlow England.: Pearson-Longman.

Haryatmoko. (2010). Dominasi Penuh Muslihat; Akar Kekerasan dan Diskriminasi. Jakarta: Gramedia.

Hassan, A. (2018). Language, Media, and Ideology: Critical Discourse Analysis of Pakistani News Bulletin Headlines and Its Impact on Viewers. SAGE Open, 8(3), 2158244018792612. https://doi.org/10.1177/2158244018792612

Heitmeyer, Wilhelm dan Hagan, J. (2005). International Handbook of Violence Research. Dordrecht: Kluwer Academic.

Hidayat, A. (2012). BAHASA DAN HEGEMONI KEKUASAAN (Telaah atas Kekerasan Simbolik di dalam Media). JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012), (Vol 9, No 1 (2006): Islam dan Wacana Radikalisme), 871 â“ 883. Retrieved from http://karsa.stainpamekasan.ac.id/index.php/jks/article/view/119

Murniati, A. N. (2004). Getar Gender. Magelang: Indonesia Tera.

Mustakim, A. G. (2012). Representasi Perempuan Dalam Kanji (Analisis Semiotika Terhadap Buku Kanju Pictographix). Universitas Indonesia r.

Nurgiyantoro, B. (2010). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Rakoczy, S. (2004). Religion and violence: the suffering of women. Agenda, 18(61), 29–35. https://doi.org/10.1080/10130950.2004.9676037

Recuero, R. (2015). Social Media and Symbolic Violence. Social Media + Society, 1(1), 2056305115580332. https://doi.org/10.1177/2056305115580332

Ritzer, George dan Goodman, D. J. (2003). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prenada Media.

Rohimi, P. (2012). Tokoh Perempuan dalam Film : Studi tentang Representasi Tokoh Perempuan dalam Film Indonesia Bertema Islam Tahun 1980-2010. IAIN Walisongo.

Siregar, A. (2004). Ketidakadilan Konstruksi Perempuan di Film dan Televisi. Jurnal IlmuSosial Dan Ilmu Politik UGM Yogyakarta, 7(3).

Sobari, T. (2011). Kekerasan Simbolik Dalam Bahasa Lirik Lagu. Jurnal @artikulasi, 10(1). Retrieved from http://jurnal.upi.edu/artikulasi/view/883/kekerasan-simbolik-dalam-bahasa-lirik-lagu.html

Sunarto. (2000). Analisis Wacana Ideologi Gender Media Anak-anak. Semarang: Mimbar dan Yayasan Aikary Alkapi serta Ford Foundation.

Udasmoro, W. (2013). Symbolic Violence In Everyday Narrations: Gender Construction In Indonesian Television. Jurnal Asian Journal Of Social Sciences & Humanities, 2(3).

Wittebols, J. H. (2004). The soap opera paradigm : television programming and corporate priorities. Rowman & Littlefield Publishers.




DOI: http://dx.doi.org/10.30813/bricolage.v5i02.1888

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

  

        

UNIVERSITAS BUNDA MULIA PRESS

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KOMUNIKASI
Lantai 3 Ruang Pascasarjana - Universitas Bunda Mulia
Jl. Lodan Raya No. 2, Ancol – Jakarta Utara 14430, Indonesia
Telp: +62 21 692 9090 ext.1317
Email: bricolage@ubm.ac.id; bricolage.mikom@gmail.com

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats