PARADOXIC LANGUAGE "CEBONG-KAMPRET" IN FACEBOOK AS A MIRROR OF THE POLITICAL LANGUAGE OF INDONESIA

Fabianus Fensi

Abstract


ABSTRACT
Communication and language are two phenomena from one reality. Language is a means of expressing ways of communicating, and it reciprocally presupposes with communication. Where there is communication, language presence is demanded. Hence the language exists as a medium of communication. This study analyses the language battles of “Cebong-Kampret” on Facebook groups. Two aspects are investigated in this research: logic and ethics. The logic requires the use of language by rules. Language can be understood within the framework of rationality. Ethics requires language that creating peace rather than encouraging hatred. How is the language contested in the battle of “Cebong Kampret” on Facebook? Facebook is a web-based media technology that has its characteristics, such as easily accessed and reach a wider audience. Everyone can be a creator of meaning. The communication process is synchronous and encourages the user’s instant response. This characteristic carries risks. Facebook, in the political context of “Cebong-Kampret,” is paradoxical. People’s political preferences are influenced by Facebook even though the language ignores the logical-ethical language rules. The fight of language in politics is justified as far as upholding the logic and ethics. Logic language teaches the principles based on standards. Misuse of language logic makes language lose its ethical value in practice. Language ethics teaches the principles of good language, which can create peace.

Keywords: Language; Logic and Ethicsl; Social Media; Paradox, Politics

ABSTRAK
Komunikasi dan bahasa adalah dua fenomena dari satu kenyataan. Komunikasi menyertakan bahasa. Bahasa sebagai alat mengekspresikan berbagai cara berkomunikasi. Bahasa dan komunikasi saling mengandaikan. Dimana terdapat kegiatan berkomunikasi bahasa dituntut kehadirannya. Bahasa hadir sebagai media ekspresi aktivitas komunikasi. Kajian ini menganalisis pertarungan bahasa kelompok “Cebong” dan “Kampret” di facebook. Dua aspek dianalisis, yaitu logika dan etika berbahasa. Logika berbahasa mensyaratkan penggunaan bahasa menurut kaidah sehingga bisa dimengerti dalam kerangka rasionalitas. Etika mensyaratkan penggunaan bahasa yang menciptakan perdamaian bukan mendorong kebencian. Apa yang terjadi dengan bahasa yang dipertarungkan “Cebong” dan “Kampret” di facebook? Facebook adalah media berbasis teknologi web. Dia memiliki karakteristik sendiri, seperti: Dapat diakses dengan mudah. Menjangkau khalayak lebih luas. Setiap orang bisa menjadi pencipta makna. Proses komunikasi berlangsung sinkronik. Mendorong respon instan penggunanya. Karakteristik ini mengandung risiko. Penggunaan facebook, dalam konteks politik “Cebong” dan “Kampret” bersifat paradoks. Preferensi pilihan politik masyarakat dipengaruhi facebook padahal bahasa yang digunakan mengabaikan aturan berbahasa secara logis-etis. Pertarungan bahasa dalam politik dibenarkan sejauh menjunjung tinggi logika dan etika berbahasa. Logika berbahasa mengajarkan prinsip berbahasa berdasarkan aturan. Penyalahgunaan logika berbahasa membuat bahasa kehilangan nilai etis dalam praktiknya. Etika berbahasa mengajar prinsip pemakaian bahasa yang baik. Bahasa yang baik menciptakan perdamaian.

Kata Kunci; Bahasa; Logika dan Etika, Media Sosial, Paradoks, Politik.


Keywords


Language; Logic and Ethicsl; Social Media; Paradox, Politics

Full Text:

PDF

References


Abdullah, M. Z., & Syahartijan, L. O. M. (2018). PERAN ASEAN DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ROHINGYA (STUDI KASUS PADA KONFLIK TAHUN 2012-2017). Jurnal Ilmu Komunikasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi & Informasi, 3(4), 1–32. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Adelia, O., Diponegoro, U., Tembalang, K. U., & Berita, P. (2019). PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL OLEH WARTAWAN JAWA POS. Interaksi Online, 7(3), 171–182. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/24156

Alatas, S., & Sutanto, V. (2019). Cyberfeminisme and Female Empowerment through New Media. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 17(2), 165–176. https://doi.org/https://doi.org/10.29244/jurnalkmp.17.2.165-176

Andriani, C. K. (2012). KEPUASAN KERJA PIMPINAN DALAM LINGKUNGAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG. Jurnal Kajian Manajemen Bisnis, 1(1), 113–127. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Anto, K. (2018). Karakter Cebong dan Kampret dalam Konstelasi Politik Indonesia. Retrieved from PepNews.com website: https://pepnews.com/2018/04/27/karakter-cebong-dan-kampret-dalamkonstelasi-politik-indonesia/

Arditama, E. (2016). Politik Indonesia Indonesian Political Science Review. PENYELESAIAN SENGKETA PT. SURYA PERSADA LESTARI DENGAN MASYARAKAT KOTA PADANG GUNA MENJAGA STABILITAS KEAMANAN WILAYAH, 1(1), 69–86. https://doi.org/10.15294/jpi.v1i1.9181

Ayuningtias, D. I., & Hartanto, E. Ci. S. (2014). Pidato Politik di Indonesia: Sebuah Kajian Wacana Kritis. Prosodi, VIII (1)(1), 25–38. https://doi.org/https://doi.org/10.21107/prosodi.v8i1.284

Bartos, O. J., & Wehr, P. (2002). Using Conflict Theory. In Cambridge University Press. https://doi.org/10.1080/01634370902914448

Behnke, P. (2010). Social Media and Politics: Online Social Networking and Political Communication in Asia (P. Behnke, Ed.). Retrieved from http://www.kas.de/wf/doc/kas_21591-1522-1-30.pdf?110112080104

Bentley, R. K. (1995). Language , Politics and Order in Plato’s Political Thought : A Study of Four Platonic Works (London School of Econonic & Social Science). Retrieved from http://etheses.lse.ac.uk/2834/1/U615783.pdf

Creswell, J. W. (2010). Mapping the developing landscape of mixed methods research (2nd ed.; A. Tashakkori & C. Teddlie, Eds.). https://doi.org/10.4135/9781506335193 Hamad, I. (2004). KONSTRUKSI REALITAS POLITIK DALAM MEDIA MASSA (Studi Pesan Politik Dalam Media Cetak Pada Masa Pemilu 1999). Makara Human Behavior Studies in Asia, 8(1), 21. https://doi.org/10.7454/mssh.v8i1.77

Hamid, A., Darwis, & Andriyani, S. (2018). Fenomena Politik Cebong dan Kampretdi Indonesia: Sebuah Analisis dari Perspektif Pemikiran Politik dalam Islam. Jurnal Politea, I(1), 29–36. Retrieved from https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiroKuSiMHlAhW73MBHQBdAiEQFjAAegQIAxAC&url=http%3A%2F%2Fjournal.stainkudus.ac.id%2Findex.php%2Fpolitea%2Farticle%2Fdownload%2F4320%2F3048&usg=AOvVaw2s-0W3E1lIv2uCtjA

Machmud, M. (2012). Perkembangan Teknologi Dalam Industri Media. Jurnal Teknik Industri, 12(1), 57–64. https://doi.org/10.22219/jtiumm.vol12.no1.57-64

Muttaqin, A. (2012). Agama Dalam Representasi Ideologi Media Massa. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 6(2), 1–9. https://doi.org/10.24090/komunika.v6i2.349

Perju, V. (2013). International constitutionalism and the state: A reply to Aoife O’Donoghue. International Journal of Constitutional Law, 11(4), 1046–1051. https://doi.org/10.1093/icon/mot050

Prasetyo, A. G. (2012). Menuju Demokrasi Rasional: Melacak Pemikiran Jürgen Habermas tentang Ruang Publik. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 16(November 2), 168–185. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jsp.10901

Pudjantoro, P. (2015). Sikap Kritis Dan Keterampilan Berargumentasi. Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 28(2), 137–144. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/jppkn.v28i2.5455

Putri, N., Madjid, M. A., & Silitonga, T. B. (2019). Dispute Resolution of Pt. Surya Persada Lestari With Communities in Padang City To Maintain Regional Security Stability. Jurnal Damai Damai Dan Resolusi Konflik, 5(2), 27–52. Retrieved from http://jurnalprodi.idu.ac.id/index.php/DRK/article/view/355/pdf

Ridwan, M. (2013). Komunikasi Politik dan Diplomasi Berbasis Kearifan Lokal dalam Masa Kampanye Pemilukada Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2011. Jurnal Ilmu Pemerintahan Nakhoda, 12(20), 123–132. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.35967/jipn.v12i20.2906

Rosidah, R. (2015). Definisi Dakwah Islamiyyah Ditinjau dari Perspektif Konsep Komunikasi Konvergensi

Katherine Miller. Jurnal Qathuna, 2(2), 155–178. Retrieved from http://jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/qathruna/article/view/9/10

Sundoro, P. (2018). STUDI KRITIS HISTORIS KOMUNIKASI MENTERI PENERANGAN HARMOKO DENGAN PERS DI ERA ORDE BARU. Jurnal Pustaka Komunikasi, 1(1), 45–57. https://doi.org/https://doi.org/10.32509/pustakom.v1i1.542

Syamsiyah, D. (2017). ANALISIS DESKRIPTIF TEORI PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA. Jurnal Komunikasi Dan Pendidikan Islam Al-Manar, 6(2), 59–80. https://doi.org/https://doi.org/10.36668/jal.v6i2.26

Zuhro, R. S. (2019). Demokrasi dan Pemilu Presiden 2019. Jurnal Penelitian Politik, 16(1), 69–81. Retrieved from http://ejournal.politik.lipi.go.id/index.php/jpp/article/view/782/541




DOI: http://dx.doi.org/10.30813/bricolage.v5i02.1887

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

  

      

UNIVERSITAS BUNDA MULIA PRESS
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KOMUNIKASI
Lantai 3 Ruang Pascasarjana - Universitas Bunda Mulia
Jl. Lodan Raya No. 2, Ancol – Jakarta Utara 14430, Indonesia
Telp: +62 21 692 9090 ext.1317
Email: bricolage@ubm.ac.id; bricolage.mikom@gmail.com

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats